Tertunduk lesu tak bertenaga tak peduli melawan teriknya matahari demi mencari sesuap nasi dari belas kasihan orang yang berhenti di lampu lalu lintas untuk kelangsungan hidup di sisa umurnya inilah yang dialami seorang kakek tepat di lampu lalu lintas pertigaan SOKA ,entah apa yang ada dibenak Pemerintah Kota menyikapi hal seperti ini.haruskah kota Magelang yang kaya akan budaya,terpelajar orang-orangnya akan mendiamkan atau mungkin mengacuhkan nasib warga mereka sendiri yang tidak mampu seperti ini?ini adalah sebuah kehidupan , kehidupan yang dianggap kecil bagi orang-orang yang berkuasa dan mampu.semoga dengan adanya hal seperti ini mampu membuka mata hati para pejabat di magelang ini.Amin
Tertunduk lesu tak bertenaga tak peduli melawan teriknya matahari demi mencari sesuap nasi dari belas kasihan orang yang berhenti di lampu lalu lintas untuk kelangsungan hidup di sisa umurnya inilah yang dialami seorang kakek tepat di lampu lalu lintas pertigaan SOKA ,entah apa yang ada dibenak Pemerintah Kota menyikapi hal seperti ini.haruskah kota Magelang yang kaya akan budaya,terpelajar orang-orangnya akan mendiamkan atau mungkin mengacuhkan nasib warga mereka sendiri yang tidak mampu seperti ini?ini adalah sebuah kehidupan , kehidupan yang dianggap kecil bagi orang-orang yang berkuasa dan mampu.semoga dengan adanya hal seperti ini mampu membuka mata hati para pejabat di magelang ini.Amin

Begitu besar rasa nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia di jaman penjajahan dulu.. Apapun mereka pertaruhkan demi bhakti terhadap bangsa ini, termasuk berjuang di medan pertempuran melawan Belanda.. Mereka adalah para pelajar yang tergabung dalam tentara Pelajar. Di usia mereka yang masih sangat muda mereka berani untuk ikut andil dalam peperangan melawan Belanda. tak sedikit dari mereka yang gugur dalam pertempuran tersebut dan tak sedikit pula yang mengalami cacat seumur hidup akibat perang tersebut. Tapi pastinya luka fisik itu tidak begitu terasa dibanding sakit hati yang mereka rasakan karena kehilangan anggota keluarga mereka.
Untuk perjuangan dan pengorbanan tentara Pelajar tersebut, Pemerintah kota Magelang memberikan penghargaan terhadap para pahlawan bangsa dengan mendirikan sebuah monumen untuk mengingatkan kita pada para pahlawan yang diberi nama Monumen Tentara Pelajar.
Monumen Tentara Pelajar ini dibangun di perempatan kiri jalan tepatnya di jalan MT Haryono. Monumen ini dipersembahkan untuk Ex Tentara Pelajar Magelang TNI Brigade 17. Meski hanya dengan sebuah monumen yang mungkin tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan para tentara tersebut setidaknya ini bisa terus mengingatkan kita yang telah hidup dalam kemerdekaan untuk menghargai dan melanjutkan perjuangan dalam membangun bangsa ini jadi lebih maju dan beradab... Seperti kata para pahlawan kita "Jiwa Raga Kami Bagimu Negeri''...

monumen tentara pelajar

Patung Tentara Pelajar di Komplek Monumen Tentara Pelajar Magelang

Daftar nama anggota tentara pelajar yang gugur dalam medan pertempuran.

Tugu peresmian renovasi monumen Tentara Pelajar yang disahkan oleh Walikota Magelang
H. Fahriyanto pada hari minggu tanggal 10 November 2002.
Namun dari sekian keindahan dari Monumen ini sangat disayangkan karena komplek monumen ini harus ternodai (halah :) sok gimana gitu) dengan adanya tumpukan sampah di pintu masuk kompek ini.. Semoga hal ini mendapat perhatian dari dinas kebersihan agar sampah-sampah tersebut dapat segera dibersihkan......Sebenarnya tidak hanya Dinas kebersihan yang bertanggung jawab tapi juga masyarakat sekitar kompleks ini agar tidak sembarangan dalam membuang sampah..

Sampah di pintu masuk menuju komplek Monumen Tentara Pelajar.
Untuk perjuangan dan pengorbanan tentara Pelajar tersebut, Pemerintah kota Magelang memberikan penghargaan terhadap para pahlawan bangsa dengan mendirikan sebuah monumen untuk mengingatkan kita pada para pahlawan yang diberi nama Monumen Tentara Pelajar.
Monumen Tentara Pelajar ini dibangun di perempatan kiri jalan tepatnya di jalan MT Haryono. Monumen ini dipersembahkan untuk Ex Tentara Pelajar Magelang TNI Brigade 17. Meski hanya dengan sebuah monumen yang mungkin tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan para tentara tersebut setidaknya ini bisa terus mengingatkan kita yang telah hidup dalam kemerdekaan untuk menghargai dan melanjutkan perjuangan dalam membangun bangsa ini jadi lebih maju dan beradab... Seperti kata para pahlawan kita "Jiwa Raga Kami Bagimu Negeri''...

monumen tentara pelajar

Patung Tentara Pelajar di Komplek Monumen Tentara Pelajar Magelang

Daftar nama anggota tentara pelajar yang gugur dalam medan pertempuran.

Tugu peresmian renovasi monumen Tentara Pelajar yang disahkan oleh Walikota Magelang
H. Fahriyanto pada hari minggu tanggal 10 November 2002.
Namun dari sekian keindahan dari Monumen ini sangat disayangkan karena komplek monumen ini harus ternodai (halah :) sok gimana gitu) dengan adanya tumpukan sampah di pintu masuk kompek ini.. Semoga hal ini mendapat perhatian dari dinas kebersihan agar sampah-sampah tersebut dapat segera dibersihkan......Sebenarnya tidak hanya Dinas kebersihan yang bertanggung jawab tapi juga masyarakat sekitar kompleks ini agar tidak sembarangan dalam membuang sampah..

Sampah di pintu masuk menuju komplek Monumen Tentara Pelajar.

Pusat kota yang letaknya strategis ditengah - tengah kota magelang ini merupakan suatu tempat dimana berkumpulnya kalayak muda yang sedang menikmati indahnya suasana kota magelang, selain untuk tempat berkumpul alun-alun juga merupakan tempat berbagai macam kegiatan dari Hiburan,seni,politik,olahraga atau tempat mencari nafkah. Alun-alun Kota Magelang selain sebagai pusat kegiatan publik, juga dipandang sebagai simbol kerukunan beragama, yaitu dengan adanya beberapa sarana peribadatan untuk agama Islam, Ketholik, Kristen dan Konhuchu.
Di sekelilingnya berdiri banyak sekali pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya. Di sebelah timurnya ada Matahari dan Gardena swalayan serta Magelang Theatre yang merupakan satu-satunya bioskop yang ada. Di sebelah utaranya berdiri dengan megah Trio Plaza dan Bank BCA. Selain kedua bangunan tersebut, di sisi utara juga terdapat gereja untuk pemeluk agama kristen. Sementara di sebelah selatan ada Kantor Polresta Magelang, Bank BPD dan klenteng Magelang. Sementara di sebelah barat atau yang sering disebut alun-alun barat ada sebuah masjid yang terbesar di Magelang, tempat ini sering dinamakan Kauman. Sebelah utara Kauman, terdapat gereja katholik dan pastoran.
Judul Blog memang mempunyai peranan Penting karena Judul yang akan ditemukan oleh search engine tapi judul juga buat Sobat menjadi sebal karena merusak background header yang kita buat,nah tanpa mengurangi peranan Judul dan background header yang Sobat buat mari ikuti langkah-langkah menyembunyikan judul blog dibawah ini- Login ke Blogger Sobat
- Masuk ke Rancangan > Edit HTML
- Cari kode HTML berikut
Kemudian tambahkan visibility:hidden;} seperti contoh berikut
#header h1{margin:0 5px 0;padding:10px 0 0 0px;font-family: Arial, Helvetica, Sans-serif;font-weight:bold;font-size:46px;color:#fff;visibility:hidden;}
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact